
Membela negara di Piala Dunia adalah impian semua pesepakbola sejagat raya, terlebih lagi bila pemain bisa menyandang nomor punggung 10 bersama timnasnya. Nomor punggung 10 dianggap sakral karena banyak pemain legendaris mengenakannya, yang sebagian besar merupakan andalan di skuadnya. Pele, Maradona, Johan Cruyff, Zinedine Zidan, Lionel Messi, dan Luka Modric, adalah beberapa di antaranya.
Maka tidak heran apabila kriteria no.10 sangat kompleks, karena ia akan menjadi pembangun serangan (playmaker) sekaligus mata tombak yang menusuk jantung pertahanan lawan. Fans dan tim pelatih bisa berbeda pendapat tentang siapa penyandang no.10. Perdebatan tentang siapa yang paling layak menjadi playmaker juga terjadi di kalangan penggemar, karena semua ingin melihat timnas mereka juara..
Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat berharap dapat tampil lebih baik dibandingkan Piala Dunia 1994. Harapan ini bukanlah impian kosong, mengingat beberapa pemain AS yang bermain di klub-klub ternama di luar Amerika seringkali ditempatkan di posisi kunci.
Tilman atau Reyna?
Dua gelandang kebanggaan Amerika Serikat, Malik Tillman dan Gio Reyna saling berhadapan sebagai lawan bersama klub masing-masing, Bayer Leverkussen dan Borussia Monchengladbach, dalam salah satu laga pembuka Bundesliga beberapa waktu lalu.
Bagi publik sepak bola Amerika, pertemuan keduanya di Jerman dipandang sebagai ajang pembuktian diri siapa yang paling layak menyandang nomor punggung 10 di USMNT (Tim Nasional Sepak Bola Putra Amerika Serikat).
Tony Meola, mantan kiper USMNT di era Piala Dunia 1994 Amerika Serikat, menyoroti kemajuan yang saat ini diperlihatkan oleh Tillman sejak hengkang dari Bayern Munich untuk bergabung dengan PSV Eindhoven.
Tillman berperan penting dalam perebutan gelar juara Eredivisie sebelum pindah ke klub Bayer Leverkusen musim ini. Performa apiknya selama bertanding di Gold Cup di bawah kepelatihan Pochettino telah memperkuat posisinya di USMNT.
“Jika kita perhatikan, kedua pemain ini sedang berada di puncak performa mereka. Namun, sejujurnya, saya penggemar Gio,” kata Meola dalam sebuah acara podcast. “Saya tidak tahu apakah ia akan mampu melampaui Malik Tilman dengan situasinya saat ini. Walaupun performanya terus meningkat sejak ia mengemban tanggung jawab baru di klub barunya.”
“Hanya saja, Gio sudah lama tidak dimainkan. Dan saya yakin kita semua ingin melihat bagaimana Gio tampil sebaik dulu,” tambah Meola.
Meski mendukung Tillman, Meola tidak menampik bahwa Timnas AS sangat berharap Reyna dapat kembali ke performa terbaiknya. Alasannya, Reyna memiliki keahlian yang berbeda dari gelandang AS lainnya. Meola menggarisbawahi visi Reyna, kontrol ketat di ruang sempit, dan kemampuan untuk menciptakan peluang tidak banyak dimiliki para pemain AS di timnas.
“Saya rasa ia merupakan pemain yang paling kreatif dalam pemikirannya tentang pertandingan,” kata Meola. “Ia seorang pemain berbakat dan kita sudah melihat bagaimana penampilannya saat kondisinya bugar.”
Cedera Gio jadi kendala
Mantan kiper USMNT lainnya, Brad Friedel, menyatakan optimismenya terhadap Gio Reyna, walaupun pemain 22 tahun itu terus didera masalah cedera yang berulang.
Masalah inilah yang menjadi penyebab Reyna dipecat paksa dari klub sebelumnya, Borussia Dortmund, yang tanpa banyak komen sekonyong-konyong menyerahkan nomor punggung Reyna di Dortmund (7) kepada Jobe Bellingham, seorang pendatang baru sekaligus adik bintang Inggris Jude Bellingham.
Meski mengalami situasi tak menyenangkan di Dortmund, Reyna memutuskan untuk tetap bertahan di Jerman guna memperbaiki reputasinya di persepakbolaan Eropa. Reyna berusaha keras memulihkan performa terbaiknya guna mendapatkan lebih banyak pengakuan internasional.
Namun, kepercayaan publik sepak bola Eropa terhadap Reyna dipastikan akan pulih apabila Reyna sukses menyandang jersey nomor 10 USMNT dan tampil apik selama Piala Dunia 2026.
“Gio banyak mengalami kesialan selama Piala Dunia edisi sebelumnya akibat cedera demi cedera. Padahal, ia pemain yang berbakat,” tutur Friedel.
“Gio butuh waktu untuk bermain dan ia harus bisa bermain tanpa mengalami cedera sedikit pun bersama klubnya. Setelah itu, kita baru bisa melihat apakah ia memang layak masuk USMNT atau tidak. Bila ia sudah bisa bermain selama empat sampai lima bulan berturut-turut tanpa cedera, dan ia dipercaya untuk sering bermain di klub barunya, maka ia layak (mengenakan nomor 10 USMNT).
“Gio sebenarnya pemain yang sangat berbakat, salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Amerika. Pernah saya melihat penampilannya di Copa America saat melatih Besiktas, dan saya pikir ada yang tidak beres. Saya melihat tubuhnya seakan tidak mau diajak bekerja sama dalam olahraga ini.
“Semoga saja kondisinya segera membaik. Seandainya ia terus fit dan sering dimainkan, maka Pochettino mungkin akan melirik dirinya. Sedih rasanya melihat pemain terbaik AS tidak dilibatkan dalam USMNT karena cedera yang dialaminya,” pungkas Friedel.
Peringkat FIFA AS turun
Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko merupakan tiga negara tuan rumah berdasarkan sistem Piala Dunia 2026. Event besar di musim padan tahun depan membuat timnas masing-masing terus berupaya memperbaiki peringkat FIFA mereka, tetapi tak semuanya berhasil.
Kanada melejit ke peringkat 26 berkat kehadiran pelatih Jesse Marsch pada Mei 2024 lalu. Ini merupakan posisi tertinggi yang diraih Les Rouges di FIFA. Tidak ada yang menyangka bahwa Kanada mengalami peningkatan besar di dunia sepak bola. Pasalnya, pada 2014 lalu mereka hanya menempati peringkat ke-122 FIFA.
Dengan sistem yang diterapkan Marsch, Kanada berhasil unggul di luar kandang CONCACAF. Mereka baru saja memenangi laga persahabatan kontra Rumania dan Wales baru-baru ini Jika mereka dapat mempertahankan konsistensi performa di lapangan, Kanada berpeluang muncul sebagai kuda hitam Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Meksiko gagal meraih satu pun kemenangan dalam laga persahabatan. El Tri hanya meraih hasil imbang saat melawan Jepang dan Korea Selatan. Meski peringkat FIFA El Tri masih merupakan yang tertinggi dibandingkan dua negara tuan rumah Piala Dunia 2026 lainnya, hasil tersebut merupakan peringatan serius bagi skuad Javier Aguirre.
USMNT turun satu peringkat ke posisi 16 setelah kalah melawan Korea Selatan dan menang melawan Jepang. Timnas AS memiliki dua jadwal pertandingan pada Oktober, yakni kontra Ekuador dan Australia. Pada bulan berikutnya, mereka akan menjamu dua tim CONMEBOL, yaitu Paraguay dan Uruguay.
Setelah meraih gelar juara Piala Eropa 2024, Spanyol merebut kembali posisi puncak FIFA untuk yang pertama kalinya sejak 2014 dan menggeser Argentina ke posisi tiga. Perebutan peringkat tiga besar FIFA semakin ketat seiring semakin dekatnya hari H Piala Dunia 2026.
Berikut 20 besar daftar peringkat FIFA.
- Spanyol
- Perancis
- Argentina
- Inggris
- Portugal
- Brasil
- Belanda
- Belgia
- Kroasia
- Italia
- Maroko
- Jerman
- Kolombia
- Meksiko
- Uruguay
- Amerika Serikat
- Swiss
- Senegal
- Jepang
- Denmark
Bursa internasional membuka peluang bagi ketiga tuan rumah Piala Dunia 2026 tersebut untuk memperbaiki skuad mereka. Bagi AS, konsistensi terhadap 20 lawan masih menjadi tolok ukur karena Mauricio Pochettino ingin mengubah bakat individu menjadi hasil yang maksimal.
Meksiko berada di bawah tekanan untuk memperbaiki performa dan memulihkan kepercayaan diri mereka saat menghadapi tim-tim papan atas. Sementara Kanada akan terus berupaya mempertahankan posisi saat ini tanpa penambahan pemain baru. Semuanya merupakan persiapan matang yang dilakukan oleh ketiga tim tuan rumah menjelang Piala Dunia 2026.
Lalu bagaimana kabar perebutan tiket Piala Dunia 2026 di Amerika Tengah dan sekitarnya? Cek jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF dan tandai tanggal pertandingan di kalender Anda.