
Ketika para tim peserta Piala Dunia 2026 tengah sibuk menyusun strategi pemenangan di turnamen itu, juara bertahan Argentina digoyang kasus keuangan yang mengejutkan insan sepak bola seluruh dunia.
Sistem Peradilan Argentina sedang menyelidiki Presiden Persatuan Sepak Bola Argentina (AFA) Claudio “Chiqui” Tapia. Hakim federal Argentina telah memerintahkan penggerebekan dan investigasi sebuah rumah mewah yang terdaftar atas nama Real Central SRL di Pilar. Proses hukum tersebut juga melibatkan dua nama lain, yaitu Luciano Pantano dan Ana Lucia Conte, diduga kuat terkait dengan presiden AFA itu. Mereka dilarang meninggalkan Argentina.
Penggerebekan ini merupakan operasi lanjutan yang dilakukan pada sekitar 15 klub dan beberapa kantor di pusat kota Buenos Aires dalam rangkaian penyelidikan yang bertujuan untuk mengklarifikasi peningkatan kekayaan Tapia beserta orang-orang dekatnya. Sementara bendahara Pablo Toviggino juga menjadi sorotan karena ia diduga sebagai penghuni rumah mewah tersebut. Begitu pula dengan Sur Finanzas, sebuah perusahaan keuangan yang dituduh beroperasi dengan memberikan pinjaman kepada sejumlah klub sepak bola Argentina dengan berbagai syarat yang menyesatkan.
Kasus ini telah menyebar ke dunia sepak bola. Pengadilan ingin mengetahui apakah kekayaan Tapia didapat secara ilegal dan siapa saja pihak yang bekerja sama dengannya. , Sementara FIFA mengawasi dengan kewaspadaan untuk menghindari intervensi politik yang bisa membuat Argentina tersingkir dari Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dan di tengah skandal menghebohkan itu, timnas Argentina melangkah dengan penuh kewaspadaan. Lionel Scaloni tidak memberikan kepastian tentang Finalissima, pertandingan persahabatan antara Argentina melawan Spanyol Maret mendatang sebagai bagian persiapan Piala Dunia 2026 format baru. Ini menandakan ketegangan yang menyelimuti AFA saat ini.
Latar belakang perseteruan politik
Terbongkarnya kasus ini mendorong Senator Patricia Bullrich melaporkan Presiden Persatuan Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio “Chiqui” Tapia, dan bendahara Pablo Toviggino ke komite etik CONMEBOL, Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan.
Ia mengajukan pengaduan resmi tersebut di tengah skandal yang melanda sepak bola Argentina terkait keterlibatan perusahaan finansial yang diduga menjadi fasilitator dan persembunyian transaksi ilegal bernilai jutaan dolar.
“Mereka harus menyelidiki mafia yang menjalankan AFA dan mencoreng nama baik sepak bola Argentina,” tulis Bullrich di X.
Pengadilan Argentina juga sedang melakukan penyelidikan kasus pencucian uang terhadap perusahaan finansial Sur Finanzas.
Beberapa waktu lalu, sekitar 54 kendaraan mewah telah disita dalam penggerebekan sebuah rumah mewah seluas 10 hektar di Pilar. Pemilik yang terdaftar dalam properti tersebut merupakan sebuah perusahaan yang dijalankan oleh seorang pemuda dan ibunya. Namun, para penyidik yakin bahwa mereka hanyalah orang-orang suruhan Tapia.
“Dengan sejumlah rumah mewah, beberapa unit Ferrari, dan semua uang hasil korupsi yang telah kita lihat, saya bertanya: ke mana uang yang masuk melalui iklan dan tim nasional?” tulis Bullrich, sembari mengajukan pertanyaan tentang peran Sur Finanzas dalam sepak bola Argentina.
“Masih banyak daftar penyimpangan dan pengelolaan uang yang mencurigakan,” tambahnya.
Bendahara AFA, Toviggino, menanggapi bahwa badan pengawas sepak bola Argentina merupakan asosiasi swasta, bukan lembaga negara. Oleh karena itu, ia juga menegaskan bahwa kontraknya tidak diatur oleh hukum publik.
Selain itu, ia menambahkan bahwa pendapatan AFA digunakan untuk mendukung 1.300 staf tetap tanpa subsidi negara dan memelihara fasilitas pelatihan sepak bola Argentina yang berkelas dunia.
Tapia maupun Toviggino sama-sama belum didakwa dengan kasus kejahatan apapun. Pemilik Sur Finanzas, Ariel Vallejo, sedang diselidiki atas dugaan kasus pencucian uang. Perusahaannya telah dua kali mensponsori Liga Profesional Copa dan sejumlah klub Argentina telah bekerja sama dengan perusahaan ini. Pada 2023 lalu, ia dan Tapia memiliki hubungan yang sangat baik.
Pekan lalu, kantor AFA dan 17 klub sepak bola telah digeledah oleh otoritas federal Argentina, termasuk nama-nama besar seperti Racing, San Lorenzo, dan Independiente.
Berawal dari presiden vs ketua asosiasi sepak bola
Petaka melanda dunia sepak bola Argentina akibat skandal keuangan yang mencemari nama baik juara bertahan sepak bola. Pada 9 Desember lalu, polisi federal melakukan penggerebekan pada markas besar Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) di Buenos Aires dan sekitar 30 klub sepak bola, termasuk Racing, San Lorenzo, dan Independiente.
Penggerebekan yang telah dilakukan atas perintah hakim federal dari pengadilan Lomas de Zamora merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap dugaan penyimpangan keuangan yang melibatkan perusahaan layanan pembayaran Sur Finanzas.
Proses investigasi tersebut berpusat pada tuduhan bahwa Sur Finanzas memfasilitasi transfer uang antar klub yang memicu kecurigaan tentang aliran dana dalam sepak bola Argentina. Pengaduan pidana yang memicu penggerebekan ini menargetkan platform perusahaan keuangan tersebut, yang diduga mengaktifkan transaksi antar klub sehingga mendorong pihak berwenang untuk bertindak tegas pada Selasa dini hari.
Ini bukan sekadar masalah hukum rutin, melainkan skandal yang bisa mencoreng masa depan sepak bola di Argentina. Hingga saat ini, AFA dan sejumlah klub Argentina berada dalam pengawasan ketat. Hingga 9 Desember, perwakilan dari Sur Finanzas, AFA, dan kantor kejaksaan belum mengeluarkan pernyataan resmi sehingga para penggemar, pemain, dan pejabat klub harus menunggu perkembangan lanjutan.
Penggerebekan ini mengejutkan para fans Argentina, baik di dalam maupun luar negeri. Penyelidikan ini akan memperdalam konflik yang memanas antara presiden AFA Claudio “Chiqui” Tapia dan presiden Argentina Javier Milei yang berniat memperbaiki struktur keuangan klub-klub di negara juara Piala Dunia 2022.
Tapia bersikeras mempertahankan sistem lama pemasukan keuangan klub-klub sepak bola Argentina yang mengandalkan iuran anggota, hak siar, dan sponsor. AFA juga menolak upaya legislatif yang akan menjadi landasan hukum bagi klub-klub komersial untuk bergabung dengan asosiasi ini. Inilah akar konfrontasi antara kubu lama sepak bola dan para reformis politik.
Racing Club, salah satu tim papan atas yang menjadi target investigasi, langsung mengklarifikasi posisinya. Dalam sebuah unggahan di X, Racing mengonfirmasi bahwa mereka telah menandatangani perjanjian komersial dengan Sur Finanzas pada 2023, khususnya untuk tujuan publisitas dan sponsor. Postingan itu menekankan bahwa kontrak ini akan berakhir pada akhir 2025 dan menyatakan, “Kami siap bekerja sama dengan sistem peradilan agar proses ini berjalan sesuai dengan hukum.” Kerja sama Racing dengan pihak berwenang bisa menjadi contoh bagi klub-klub lain yang masih diinvestigasi hingga saat ini.
Dua klub besar lainnya yang disebut-sebut dalam kasus itu, San Lorenzo dan Independiente, tidak langsung bereaksi. Sebelum kasus ini terkuak, San Lorenzo menjadi headline media Argentina karena masalah lain. Yaitu seputar keluhan para pemain tentang gaji yang belum dibayar sejak Agustus lalu dan tidak layaknya kondisi lapangan homebase mereka.
Dari berita ini, para fans Argentina bisa memiliki gambaran tentang kesulitan keuangan yang dihadapi beberapa klub juara bertahan Piala Dunia itu beberapa saat sebelum skandal keuangan terbongkar.
Inisiatif Presiden Milei terkait mengubah status non profit klub sepak bola menjadi perusahaan komersial sebenarnya bisa menjadi solusi bagi masalah keuangan beberapa klub Argentina yang sering terlilit utang. Namun, Tapia sebagai pimpinan asosiasi sepak bola menentang solusi Milei yang dianggap akan menggerogoti tradisi sepak bola Argentina yang berbasis komunitas.
Mengingat bahwa sepak bola Argentina masih menikmati perhatian global berkat prestasi tim nasional dan berlanjutnya ekspor pemain berbakat ke liga-liga Eropa, kasus ini jelas membuat publik sepak bola internasional terperangah.
Namun, di balik permukaan, dasar finansial sepak bola Argentina tampak semakin goyah. Keterlibatan Sur Finanzas menimbulkan pertanyaan tentang transparansi, pengawasan, dan potensi penyalahgunaan keuangan klub. Sur Finanzas merupakan sebuah perusahaan yang juga menyediakan layanan pembayaran kepada sejumlah klub.
Kurangnya pendapat langsung dari berbagai pihak telah memicu spekulasi dan perdebatan di kalangan komunitas sepak bola Argentina. Banyak penggemar yang bertanya tentang kelanjutan skandal ini dan konsekuensi yang akan menanti klub kesayangan mereka. Ada yang khawatir bahwa sanksi atau hukuman dapat dijatuhkan jika terbukti bersalah, sehingga dapat berdampak buruk terhadap klasemen liga, kontrak pemain, atau struktur kepemilikan klub.
Sudah jelas bahwa masa depan sepak bola Argentina sedang dipertaruhkan. Saat para penyidik meneliti catatan finansial dan para pejabat klub bersiap untuk menjalani proses hukum, perdebatan tentang tata kelola dan model finansial sepak bola juga menarik perhatian publik Argentina. Akankah skandal ini mendorong perombakan besar-besaran dalam pengelolaan sepak bola di Argentina, atau akankah metode lama tetap berlaku setelah semuanya mereda?
Saat ini, investigasi masih berlangsung. Pihak berwenang federal menjanjikan proses yang tidak memihak. Beberapa klub telah berjanji untuk bekerja sama, sedangkan sejumlah klub lainnya memilih untuk bungkam. Dengan banyak hal yang dipertaruhkan demi klub, penggemar, dan jiwa sepak bola Argentina, semua orang menyaksikan dan menantikan arah dari momen dramatis ini.
Saat proses hukum berlangsung dan komunitas sepak bola Argentina mengawasi dengan cemas, ada satu hal yang sudah pasti bahwa sepak bola Argentina tak akan pernah sama lagi seperti dulu.
Mampukah Argentina mempertahankan gelarnya di tengah situasi pelik ini? Pantau jadwal Piala Dunia 2026 untuk menganalisa peluang mereka.