
Meksiko siap jadi panggung drama
Antusiasme meningkat di seluruh dunia sepak bola setelah FIFA mengumumkan bahwa dua kota Meksiko, Guadalajara dan Monterrey akan menjadi tuan rumah turnamen playoff antar konfederasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung mulai 23 Maret hingga 31 Maret 2026. Turnamen ini akan menentukan dua tim terakhir yang berhak lolos ke Piala Dunia 2026.
Turnamen play-off ini akan menampilkan enam negara dari lima konfederasi yakni Irak (AFC), Republik Demokratik Kongo (CAF), Bolivia (CONMEBOL), Kaledonia Baru (OFC), dan Jamaika serta Suriname (CONCACAF). Masing-masing tim akan berjuang untuk memperebutkan salah satu dari dua slot terakhir yang diincar di Piala Dunia 2026 format baru.
Presiden FIFA Gianni Infantino pun mengungkapkan antusiasmenya. “Stadion-stadion ikonik ini adalah venue yang sempurna untuk menggelar acara yang penuh dengan semangat, drama, dan kegembiraan,” katanya.
Ia juga mempromosikan turnamen itu sebagai kesempatan unik bagi para penggemar. “Turnamen playoff ini memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk menjadi bagian dari pertandingan bersejarah di sejumlah kota dan venue kelas dunia menjelang ajang utama yang sebentar lagi dimulai di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat,” tambahnya.
Turnamen ini akan berlangsung di sejumlah stadion yang juga akan menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2026 format baru. Stadion Akron yang berlokasi di Guadalajara dijadwalkan menjadi tuan rumah empat laga babak penyisihan grup, sedangkan Stadion BBVA yang berlokasi di Monterrey akan menjadi tempat digelarnya tiga laga penyisihan grup dan satu pertandingan babak 32 besar. Venue-venue tersebut sudah cukup dikenal di jagat sepak bola dan sudah sangat siap untuk menyambut ‘serbuan’ para suporter.
Bersamaan dengan babak playoff antar konfederasi, babak playoff Piala Dunia 2026 UEFA juga akan berlangsung. 16 wakil Eropa berebut empat slot tambahan di Piala Dunia 2026. Sistem play-off Eropa merupakan turnamen tersendiri. Peserta turnamen terdiri dari 12 tim runner-up dari masing-masing grup kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa dan empat juara grup dari Liga Bangsa-Bangsa Zona Eropa yang finis di luar dua besar masing-masing grup Kualifikasi Piala Dunia.
Tim-tim yang finis di peringkat kedua masing-masing grup yaitu Albania, Bosnia dan Herzegovina, Republik Ceko, Denmark, Italia, Kosovo, Polandia, Irlandia, Slovakia, Turki, Ukraina, dan Wales. Sementara di Liga Bangsa-Bangsa, tim yang berhak mendapatkan peluang untuk menebus kegagalan mereka adalah Rumania, Swedia, Irlandia Utara, dan Makedonia Utara.
Undian babak playoff Zona Eropa menentukan posisi tim berdasarkan peringkat FIFA. Delapan tim runner-up grup teratas akan diunggulkan, sedangkan empat tim terbawah dan tim kualifikasi Nations League tidak diunggulkan. Pot 1 yang terdiri dari Italia, Denmark, Turki, dan Ukraina akan dipastikan lolos ke babak semifinal melawan tim-tim Nations League yang tidak diunggulkan. Babak semifinal playoff akan berlangsung pada 26 Maret, diikuti babak final pada 31 Maret. Empat tim pemenang berhak mendapatkan tiket ke Piala Dunia dan bergabung dengan 42 negara lain yang sudah lolos.
Sementara itu, format kompetisi playoff antar konfederasi Piala Dunia 2026 menawarkan sentuhan yang menarik. Dua tim peringkat tertinggi yang terdiri dari Irak dan Republik Demokratik Kongo akan diunggulkan dan lolos otomatis ke babak final playoff. Empat tim yang terdiri dari Jamaika, Suriname, Bolivia, dan Kaledonia Baru akan bersaing di dua babak semifinal, di mana pemenang berhak lolos untuk menghadapi tim-tim unggulan di final. Para pemenang final berhak mengamankan dua slot terakhir Piala Dunia 2026. Format ini diperkirakan akan mengundang ‘drama’, karena seluruh peserta akan bertempur habis-habisan guna memperebutkan tiket terakhir ke Amerika.
Turnamen playoff tahun ini memiliki bobot tambahan bukan hanya karena format baru Piala Dunia yang jumlah timnya bertambah, tetapi juga karena keragaman global tim yang terlibat. Bagi sejumlah negara debutan seperti Kaledonia Baru dan Suriname, lolos ke Piala Dunia akan menjadi momen bersejarah. Sedangkan bagi sejumlah negara yang sudah pernah lolos ke Piala Dunia, seperti Irak dan Bolivia, ini adalah peluang untuk kembali ke ajang sepak bola terbesar dan membuktikan kemampuan mereka melawan tim-tim terbaik.
Undian penentuan grup Piala Dunia 2026 sudah digelar lebih dulu sebelum turnamen playoff, yaitu pada Desember lalu. Hal ini berarti beberapa grup akan memiliki tim sementara yang menambah lapisan intrik saat para penggemar berspekulasi tentang tim mana yang bisa mengisi slot terakhir tersebut. Pentas besarnya akan dimulai pada 11 Juni 2026, dan diakhiri dengan babak final yang dijadwalkan pada 19 Juli. Turnamen empat tahunan ini berlangsung selama lebih dari sebulan penuh di ketiga negara Amerika Utara tersebut.
Pemilihan Guadalajara dan Monterrey sebagai tuan rumah babak playoff merupakan penghormatan terhadap warisan sepak bola Meksiko. Stadion Akron di Guadalajara dan Stadion BBVA di Monterrey bukan hanya arena modern, tetapi juga sebagai katedral olahraga di negara yang sepak bolanya terjalin dalam tatanan nasional. Stadion Azteca yang baru direnovasi di Mexico City juga akan berperan penting selama Piala Dunia 2026. Namun, bagi para kandidat babak playoff, Guadalajara dan Monterrey akan menjadi saksi bisu bagi perjuangan hidup mati mereka.
Bagi para penggemar, turnamen playoff merupakan gambaran tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026. Dengan kebanggaan nasional, mimpi, dan tiket Piala Dunia yang dipertaruhkan, pertandingan-pertandingan tersebut menjanjikan semua kejutan dan perubahan yang membuat sepak bola menjadi permainan yang indah. “Inilah momen penuh semangat, drama, dan kegembiraan. Ajang ini juga penuh dengan begitu banyak hal yang dipertaruhkan,” kata Presiden FIFA, Infantino.
Entah itu kisah Cinderella dari tim papan tengah atau kembalinya tim legendaris ke jalur kemenangan kemenangan, babak play-off antarkonfederasi yang berlangsung di Meksiko akan menjadi babak yang tak boleh dilewatkan dalam sejarah Piala Dunia 2026.
Menjelang turnamen playoff yang digelar pada Maret 2026, semua mata akan tertuju pada Guadalajara dan Monterrey, di mana kita akan menyaksikan terwujudnya mimpi atau pupusnya harapan terakhir menuju turnamen sepak bola terakbar sejagat.
Republik Ceko blokir suporter Irlandia
Sejak babak kualifikasi, terlihat gejala bahwa Piala Dunia kali ini akan berbeda dari banyak edisi sebelumnya akibat sederet faktor yang berasal dari luar lapangan sepak bola. Tentu saja, hal ini meresahkan berbagai kalangan. Bukan hanya para pesepakbola, jajaran pelatih, pemilik klub atau pengelola stadion, tetapi juga para suporter.
Bahkan jauh sebelum puncak acara Piala Dunia 2026, ketegangan telah mulai terasa akibat berbagai keputusan yang diambil sebagai upaya pencegahan huru-hara dan meningkatkan keamanan. Larangan masuk Amerika Serikat untuk para suporter dari empat negara peserta Piala Dunia 2026 (Iran, Haiti, Pantai Gading, Senegal), menginspirasi sejumlah negara Eropa.
Walaupun tidak memberlakukan larangan masuk bagi suporter tim lawan selama turnamen playoff Zona Eropa, dua negara tuan rumah sudah memberikan isyarat tentang kecemasan mereka soal masalah keamanan. Setelah Slovakia mengumumkan langkah pengetatan keamanan dengan membatasi jumlah tiket untuk suporter Kosovo, tim yang akan menjadi lawan Slovakia di playoff Zona Eropa, kini giliran Ceko.
Para petinggi sepak bola Ceko secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah pendukung Republik Irlandia menyerobot tiket tribun tuan rumah. Hal ini diumumkan menjelang turnamen playoff Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Praha.
Banyak pendukung Green Army diperkirakan memadati Praha pada tahun ini setelah Troy Parrott berhasil membawa skuad asuhan Heimir Halgrimsson kembali ke persaingan perebutan tiket Piala Dunia 2026. Namun, banyak penggemar yang tidak akan bisa masuk ke dalam stadion.
Tiket pertandingan turnamen playoff di Fortuna Arena, Praha, sudah mulai ditawarkan, tetapi tingginya tingkat permintaan dari penggemar Irlandia telah menimbulkan kekhawatiran bagi Asosiasi Sepak Bola Ceko.
Asosiasi Sepak Bola Ceko telah dibanjiri minat dari pendukung Irlandia. Lebih dari 4.000 penggemar telah mendaftar untuk membeli tiket melalui Asosiasi Sepak Bola Irlandia, sedangkan jumlah tiket yang tersedia untuk suporter tim lawan hanya 1.024 lembar.
Berdasarkan peraturan UEFA, Ceko hanya diwajibkan untuk mengalokasikan lima persen dari kapasitas stadion yang berjumlah 20.000 penonton bagi para pendukung tim tamu.
Namun, tim tuan rumah bertekad untuk mempertahankan sebagian besar kursi agar terisi oleh para penggemar tuan rumah. Ceko bertekad untuk lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2006 dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan dukungan moril dari para fans.
Ketua Asosiasi Sepak Bola Ceko, David Trunda, mengeluarkan pernyataan tegas di situs web asosiasi bagi para penggemar yang bepergian. “Setelah dua puluh tahun, kita kembali berpeluang untuk membawa timnas Ceko ke Piala Dunia,” katanya.
Asosiasi tersebut mengonfirmasi bahwa mereka telah merevisi strategi penjualan tiket sejak undian playoff yang digelar pada November lalu, karena minat besar dari penggemar Irlandia yang mencoba untuk mendapatkan tiket dengan berbagai cara.
“Undian tersebut memberi kita dua laga kandang, dan tujuan kita adalah menciptakan atmosfer di mana timnas dapat mengandalkan dukungan maksimal dari para penggemar,” ujar Trunda.
Para pendukung Ceko akan mendapat akses prioritas melalui program loyalitas. Mereka wajib memasukkan nomor identitas dari kartu identitas negara atau paspor untuk menonton pertandingan semifinal playoff.
Informasi tersebut akan diverifikasi berdasarkan basis data pemerintah sebelum tiket diterbitkan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penggemar Irlandia mengakses kursi tribun tuan rumah untuk pertandingan hidup mati bagi Ceko.
Jika Irlandia menang, mereka akan mendapatkan tiket ke babak final playoff di kandang melawan pemenang antara Denmark dan Makedonia Utara di Dublin.
Italia sambut playoff tanpa sesi latihan bersama
Italia akan menjamu Irlandia Utara di Bergamo untuk menjalani babak semifinal play-off Piala Dunia yang berlangsung pada Maret mendatang. Ada beberapa alasan di balik pemilihan Bergamo sebagai venue laga hidup mati Italia.
Stadion New Balance milik Atalanta yang berlokasi di Bergamo memiliki tribun penonton tak jauh dari lapangan. Gennaro Gattuso, pelatih Italia, sudah merasakan sensasi kehangatan dukungan penonton saat ia memimpin Azzurri untuk berlaga di stadion itu dalam babak kualifikasi September lalu.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina telah mengonfirmasi hal ini beberapa waktu lalu.
Azzurri akan bertanding pada 26 Maret mendatang. Jika mereka berhasil lolos ke babak final, mereka akan berhadapan dengan Wales atau Bosnia dan Herzegovina pada 31 Maret.
Wales telah memilih Stadion Cardiff City sebagai lokasi pertandingan playoff Piala Dunia 2026. Sedangkan Bosnia-Herzegovina akan menjalani babak final playoff di Stadion Bilino Polje, Zenica.
Gattuso dan Federasi Sepak Bola Italia sangat gembira dengan sambutan yang diterima di Bergamo pada 5 September lalu, saat ia menjalani debutnya sebagai bos La Nazionale. Debut perdananya berakhir dengan manis usai timnya menang telak 5-0 atas Estonia.
Hampir 23.000 penonton menghadiri pertandingan tersebut dan menunjukkan dukungan mereka berkat tribun yang dekat dengan lapangan. Italia berharap para penggemar di Bergamo dapat memberikan hal yang sama, karena Azzurri akan membutuhkan dukungan penuh dari penonton tuan rumah dalam laga krusial ini. Gattuso sendiri pernah mengungkapkan bahwa Bergamo adalah pembawa keberuntungan bagi Italia.
Stadion Atalanta sebenarnya bukan satu-satunya pilihan. Jika Italia menjalani babak final playoff di kandang sendiri; Udinese, Roma, dan Turin (Stadion Allianz) bisa menjadi kandidat favorit tuan rumah dua pertandingan Italia. Namun, dengan hanya satu laga play-off yang berlangsung di dalam negeri Italia membutuhkan apapun untuk memuluskan jalan mereka dalam perebutan tiket terakhir Zona Eropa.
Ada alasan mengapa Gattuso mengandalkan stadion sebagai jimat keberuntungan untuk menghindari mimpi buruk gagal lolos Piala Dunia terjadi ketiga kalinya. FIGC menolak permintaan Gattuso untuk memanggil para pemain yang sudah terdaftar dalam skuad Azzurri dari klub mereka masing-masing guna sesi latihan resmi bersama. FIGC bersikukuh mereka harus memprioritaskan klub.
Penyebabnya, FIGC ogah mengubah jadwal Serie A dan perempat final Coppa Italia guna memenuhi permintaan Gattuso. Badan resmi sepak bola Italia itu sudah menjalin kontrak dengan sejumlah stasiun televisi resmi sepak bola Italia, dan perubahan jadwal akan berarti pelanggaran kontrak. Selain itu, beberapa pemain Italia yang merumput di Liga Inggris dan Liga Saudi tidak diizinkan meninggalkan klub untuk laga atau acara yang tidak diselenggarakan FIFA.
Situasi ini memang kurang menguntungkan bagi Gattuso, karena Italia akan berlaga di playoff Zona Eropa tanpa sesi latihan bersama seluruh pemain. Gattuso berusaha mengatasinya dengan mendatangi para pemain yang merumput di luar negeri satu per satu dan mendudukkan mereka untuk membicarakan strategi. Sebagai pelatih yang mengemban tugas negara meloloskan peraih Piala Dunia tiga kali dari kegagalan memalukan, Gattuso tak punya pilihan selain mengandalkan jimat keberuntungan.