Tak Akur Dengan Pelatih, Pemain Liga Belanda Tak Masuk Tim Piala Dunia 2026 

Tak Akur Dengan Pelatih, Pemain Liga Belanda Tak Masuk Tim Piala Dunia 2026

Sébastien Haller ibarat sedang di persimpangan jalan. Striker 31 tahun asal Utrecht (Belanda) ini telah absen dari radar tim nasional Pantai Gading selama lebih dari setahun. Penampilan terakhirnya bersama mereka adalah laga 11 Maret 2025 melawan Burundi dan Gambia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sejak saat itu, ia menghilang dari Piala Afrika dan digantikan oleh Evann Guessand pada Desember 2025 lalu. Sekitar 50 hari menjelang Piala Dunia 2026, kasusnya menjadi perdebatan di kalangan pengamat sepak bola Pantai Gading.

“Ia harus dipanggil untuk membela negara,” kata para pendukungnya. Di sisi lain, ada yang menganggap penampilan Haller tidak memenuhi ekspektasi. Bersama klubnya di tim cadangan, ia hanya mencetak satu gol dalam 18 pertandingan. Catatan buruk itu menjadi bukti bahwa ia tidak berada dalam kondisi terbaiknya.

Saat ini, hubungan antara Haller dan Faé (seorang pelatih perempuan) juga tidak akur. Striker Pantai Gading itu sudah lama mengabaikan pelatihnya, yang beberapa kali tidak memasukkannya dalam daftar pemain untuk tahun 2025 (Juni, Oktober, November). Namun, ia tidak lagi menyalahkan pelatihnya dan lebih memilih untuk menenangkan pikirannya agar siap sambil menunggu keputusan.

“Ya, Seb agak kecewa karena ada beberapa pemain yang tidak tampil maksimal tapi tetap terpilih, sedangkan dia tidak. Itulah yang dilakukan orang yang iri, Anda tahu ‘kan? Sekarang ini kondisinya lebih baik secara fisik dan mental. … Dalam benaknya, tantangan besar berikutnya bersama timnas Pantai Gading adalah Piala Dunia 2026,” kata teman dekat mantan striker Ajax Amsterdam dan Borussia Dortmund itu.

Lebih dari sekadar striker

Saat berseragam jersey skuad Gajah, Haller, telah menjalani 34 laga dengan catatan 11 gol. Namun, aksi-aksi heroiknya tetap terukir dalam ingatan kolektif, termasuk momen di Piala Afrika 2023 yang dimenangi oleh Pantai Gading di kandang sendiri. Dalam kondisi terburuknya setelah menjalani operasi kanker testis, ia mengalami cedera saat membela Dortmund sebelum menjalani Piala Afrika 2023 di kandang sendiri.

Namun, Jean-Louis Gasset yang saat itu menjadi pelatih timnas mengambil risiko dengan mengikutsertakan Haller. Hasilnya luar biasa. Haller mencetak gol di laga semifinal kontra Republik Demokratik Kongo yang membawa Pantai Gading ke babak final. Ia juga mencetak gol saat bertanding melawan Nigeria di babak final yang berlangsung di Stadion Olimpiade Alassane Ouattara, Ebimpé (1-2). Penerus Didier Drogba itu dipandang sebagai juru selamat bagi Pantai Gading di Piala Afrika 2023.

“Seharusnya timnas membawa Sébastien Haller ke Piala Dunia 2026 format baru jika ia berada dalam kondisi fisik yang prima. Penampilannya di klub seharusnya bukan patokan utama. Ia sangat mengenal lingkungan tim nasional Pantai Gading dan suasana ajang internasional besar. Selain itu, ia punya profil unik di tim nasional dalam pertahanan dan efisiensi dalam duel udara serta di depan gawang. Namun, jika ia cedera atau mengalami gangguan fisik, saya tidak akan mendukung pemilihannya,” ungkap Magloire Diop, pemimpin redaksi televisi swasta Pantai Gading.
Seperti para pemain Pantai Gading lainnya yang punya impian besar untuk bertanding di bawah jadwal Piala Dunia 2026, 26 pemain yang akan menghadapi The Blues pada 4 Juni mendatang di Nantes, Prancis adalah kesempatan terakhir mereka, khususnya bagi Haller.

Mainkan Taruhan Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sekarang!

Berita Terbaru