Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Laga Afrika Selatan dan Masalah di Sekitarnya

Laga Afrika Selatan dan Masalah di Sekitarnya

Kualifikasi Piala Dunia 2026 CAF (Zona Afrika) kembali bergulir pada September mendatang, dengan seluruh tim Afrika saling berebut tiket menuju Piala Dunia 2026. Dua di antaranya adalah Afrika Selatan dan Nigeria.

Mereka akan saling bersaing ketat di grup C pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika yang akan berlangsung 9 September di Stadion Toyota, Bloemfontein.

Di bawah sistem baru Piala Dunia 2026, negara-negara Afrika yang tergabung dalam sembilan grup kualifikasi zona Afrika akan kembali berlaga September ini guna memperebutkan posisi pertama di masing-masing grup. Sementara empat runner-up terbaik akan bertarung guna memperebutkan satu tiket melalui babak playoff. 

Dari enam laga yang sudah berjalan hingga saat ini, Afrika Selatan sedang memimpin klasemen sementara grup C dengan 13 poin. Sementara Nigeria tertahan di peringkat keempat dengan 7 poin.

Usai tertinggal enam poin dari Afrika Selatan, Nigeria harus bekerja keras untuk menang dan mengumpulkan lebih banyak poin guna menjaga peluang mereka lolos Piala Dunia 2026. Nigeria menahan imbang Afrika Selatan dengan skor 1-1 di laga kandang kualifikasi Piala Dunia  7 Juni 2024.

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, melihat peluang bagi skuadnya lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010. Saat itu mereka lolos otomatis sebagai tuan rumah. Pelatih berkebangsaan Belgia tersebut sedang berfokus pada Piala Afrika 2025 yang akan digelar di Maroko dalam beberapa bulan yang akan datang.

Pemain tidak sah 

Sebenarnya skuad Elang Super Nigeria berharap akan diuntungkan keputusan FIFA terkait pertandingan antara Afrika Selatan melawan Lesotho Maret lalu. 

Dilansir dari media online Nigeria, Business Day, saat itu skuad Bafana Bafana menurunkan Teboho Mokoena yang sudah terkena dua kartu kuning dari dua pertandingan kualifikasi sebelumnya di tahun 2023 dan 2024.  

Sesuai peraturan FIFA, hukuman bagi pelanggaran semacam ini adalah pengurangan tiga poin bagi tim yang bersangkutan. Persatuan Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA) juga sudah mengakui kekeliruan tersebut. 

Apabila FIFA benar-benar menjatuhkan hukuman ini, maka laga pada 9 September akan menjadi sangat penting karena pemenangnya akan bertengger di puncak klasemen Grup C hingga dua laga terakhir. Begitulah seharusnya. 

Namun, hukuman pengurangan poin tidak diberlakukan. Alasannya, Lesotho sebagai tim lawan terlambat mengajukan keberatan hingga batas waktu 24 jam setelah berlangsungnya laga kontroversial yang berbuah kemenangan 2-0 bagi timnas Afrika Selatan. 

Hal ini seharusnya menjadi perhatian FIFA, walaupun Lesotho bukanlah tim papan atas seperti tim-tim Eropa. Apalagi bukan kali ini saja FIFA membuat keputusan kontroversial terkait sepak bola. 

Sebagaimana semua cabang olahraga, sepak bola adalah tentang sportivitas. Dan sportivitas dimulai dari kepatuhan semua pihak pada peraturan. Ironisnya, karena dua tim yang terlibat bukan tim terkenal, media pun tak heboh memberitakannya.

Jalan pintas yang diambil Bafana Bafana tentu saja akan berpengaruh pada mentalitas tim di waktu mendatang, dan demikian pula para fans mereka. 

Profil lengkap timnas Afrika Selatan

Timnas Afrika Selatan berada di bawah pengawasan Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan. Tim ini mendapat julukan bernama Bafana Bafana, yang berarti rombongan pria yang tinggal di Zulu. Stadion utama mereka terletak di Stadion FNB, Johannesburg. Afrika Selatan merupakan anggota FIFA dan Confederation of African Football (CAF). 

Mereka merupakan salah satu dari tim yang mendapat dukungan terbaik di Afrika dan dikenal berkat jersey khas bernuansa kuning-hijau. 

Afrika Selatan bertanding untuk pertama kalinya pada tahun 1906. Namun, mereka dilarang berlaga di berbagai turnamen (termasuk sepak bola) selama 40 tahun dan mendapat sanksi diskors larangan bertanding selama 16 tahun oleh FIFA akibat sistem apartheid. 

Mereka tiga kali tampil di Piala Dunia, salah satunya adalah edisi 2010, di mana mereka menjadi tuan rumah. Pada saat itu, skuad Bafana Bafana tersebut gagal mewujudkan impiannya untuk lolos ke fase gugur meski sempat menang 2-1 atas Prancis di babak penyisihan grup.

Pencapaian terbaik Afrika Selatan hanya terjadi sekali saat mereka berhasil meraih gelar juara Piala Afrika 1996.

Ada beberapa pemain yang terkenal skuad Bafana Bafana, yaitu Benni McCarthy, pencetak gol terbanyak di tim ini dengan 31 gol. Ada juga Aaron Mokoena, yang memegang rekor cap terbanyak dengan 107 kali tanding. Selain itu, ada beberapa pemain penting lainnya seperti Lucas Radebe, Doctor Khumalo, dan Itumeleng Khune.

Broos yang menangani Bafana Bafana sejak 2021 melakukan perombakan besar-besaran dan memasang kiper Ronwen Williams sebagai kapten tim. Striker kontroversial dalam pertandingan kontra Lesotho di atas, Mokoena, merupakan andalan Broos untuk mengantarkan Bafana Bafana berangkat ke Amerika.

Hingga saat ini, Afrika Selatan berada di peringkat ke-10 CAF dan peringkat ke-57 FIFA.

Pengaruh politik atau penghematan?

Sebelum bertemu Nigeria, Afrika Selatan akan bertanding melawan Lesotho di stadion yang sama pada tanggal 5 September. Laga kali ini merupakan laga tandang bagi Afrika Selatan, dan laga kandang bagi timnas Lesotho. 

Akan tetapi, persepakbolaan di Benua Afrika sering kali tidak didukung fasilitas memadai akibat masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Karena Lesotho dianggap tidak memiliki lapangan sepak bola berstandar FIFA, maka laga kandang Lesotho akan diadakan di Stadion Toyota, Bloemfontein, Afrika Selatan. 

Skuad asuhan Broos akan diuntungkan karena tidak perlu bepergian jauh untuk melakukan laga tandang, apalagi karena mereka harus bertolak ke Nigeria empat hari kemudian untuk laga tandang lainnya. 

Dua peristiwa terpisah yang melibatkan dua negara, Afrika Selatan dan Lesotho, mau tidak mau menimbulkan pertanyaan: ada apa di antara keduanya? 

Secara geografis, Lesotho adalah negara kecil bekas jajahan Inggris yang terletak persis di tengah wilayah Afrika Selatan. Dalam sejarahnya, Lesotho tidak pernah menjadi bagian dari Afrika Selatan yang di masa lalu merupakan wilayah jajahan Belanda. 

Keunikan posisi Lesotho yang dikenal berkat keindahan pemandangannya bisa membuat negara tetangganya tergiur untuk memilikinya. Bahkan tersiar rumor bahwa Afrika Selatan sudah sejak lama ingin menginvasi negara kerajaan tersebut. 

Namun, tak dapat dipungkiri bahwa situasi krisis ekonomi global saat ini memengaruhi segala sektor tanpa kecuali, termasuk sepak bola. Apabila tim nasional suatu negara tidak mendapat sponsor, maka mereka harus menjalankan berbagai strategi guna berhemat anggaran. 

Akankah sepak terjang Bafana Bafana sejauh ini akan berhasil membawa mereka mencapai tujuan, yaitu lolos Piala Dunia untuk kedua kalinya? Pantau terus jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika agar tak melewatkan pertandingan berikutnya di zona ini. 

Mainkan Taruhan Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sekarang!

Berita Terbaru